Pemkot Sarankan Sekolah di Jakarta Barat Selenggarakan Ujian Semester Online: Biar Adil!

Pemkot-Sarankan-Sekolah-di-Jakarta-Barat-Selenggarakan-Ujian-Semester-Online-Biar-Adil

Bagian Pendidikan Pemerintah Kota (Jakbar) Jakarta Barat menyarankan agar ujian semester pertama dilaksanakan secara online di setiap sekolah di Jakarta Barat. Hal ini dilakukan untuk menciptakan rasa keadilan bagi seluruh siswa selama ujian berlangsung.

“Kalau tidak ada instruksi dari sub bagian tapi ini yang disarankan, mungkin agar keadilan bisa dilakukan di internet.

Jadi tidak ada yang setengah-setengah di sekolah, tidak ada yang online,” kata Ketua II Jakarta Barat itu. Diklat Kepegawaian Masduki berdasarkan permintaan, Selasa (11/9/2021).

Ia ingin setiap sekolah di Jakarta Barat mengikuti ujian umum secara online. namun, proposal tersebut akan ditinjau kemudian di masing-masing sekolah tergantung pada situasinya.

“Jadi semuanya online, tidak mungkin yang satu menggunakan soal kertas dan yang lain menggunakan yang lain untuk keadilan,” katanya.
Baca juga:
tawuran sepulang sekolah lukai 1 orang di jakarta barat, 8 pelaku ditangkap

Masduki mengatakan, saat ini semua guru dari masing-masing sekolah diperbolehkan

datang ke sekolah hingga pukul 3 sore. WIB. “Sekarang (guru) sudah 100 persen dan prosesnya belum selesai, tidak dilemahkan, perlu diperketat,” katanya.

Perlu diketahui bahwa DKI Jakarta telah memasuki PPKM Level 1 yang artinya sejumlah aturan baru terkait PTM juga akan diterapkan di DKI Jakarta.

Tata tertib sekolah tatap muka lengkap untuk wilayah PPKM Level 1:


Pengajaran tatap muka dilakukan dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen), dengan pengecualian:
1) SDLB, MILB, SMPLB, SMALB dan MALB maksimal 62% sampai dengan 100% dengan jarak minimal 1,5 m dan maksimal 5 siswa per kelas;
2) PAUD maksimal 33% dengan jarak minimal 1,5 m dan maksimal 5 siswa per kelas.

Sementara itu, 5 kunci keberhasilan pelaksanaan sekolah tatap muka sesuai SK Menteri ke-4 adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan maksimal 18 siswa atau maksimal 50% dari jumlah siswa di kelas.
  2. Satuan pendidikan membagi kelompok belajar sesuai dengan jumlah hari dan jam PTM (shift) agar lebih mengutamakan standar protokol kesehatan.
  3. Disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan.
  4. Warga satuan pendidikan harus dalam keadaan sehat saat melakukan PTM.
  5. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian tidak boleh dilakukan di dalam kelas.

LIHAT JUGA :

https://nac.co.id/
https://futsalin.id/
https://evitdermaclinic.id/
https://kabarsultengbangkit.id/
https://journal-litbang-rekarta.co.id/
https://jadwalxxi.id/
https://www.greenlifestyle.or.id/
https://www.kopertis2.or.id/
https://rsddrsoebandi.id/
https://www.ktb-mitsubishimotors.co.id/
https://www.topijelajah.com/
https://mesinmilenial.com/