Meme FF Game Burik

Meme FF Game Burik

Meme FF Game Burik – Free Fire sebagai salah satunya games battle royale yang paling terkenal di Indonesia. Sampai tulisan ini di-launching, Free Fire sudah didownload sekitar lebih dari 500 Juta kali oleh pemakai Android. Bahkan juga tidak cuman hanya itu, Free Fire sebagai games nomor 1 di Playstore di kelompok Hebat Grossing (terlaku).

Tetapi walau demikian, kenyataannya tidak membuat Free Fire selalu memperoleh tanggapan positif dari semua kelompok. Seperti kita kenali bersama, Free Fire sering dikatakan sebagai games burik 8-bit sakit mata karena mempunyai penampilan grafis yang dapat disebutkan berkualitas rendah.

Argumen Games FF di Sebutkan Burik

Sumber Referensi : https://clearviewaudio.com/

1.Diagram Apa Ada

Argumen khusus mengapa Free Fire dikatakan sebagai games burik karena penampilan diagramnya “cuman” mempunyai kualitas 8 bit saja. Hal itu yang selanjutnya jadikan beberapa orang menyebutnya sebagai games burik.

Memang berkesan kasar, tetapi nampaknya identitas dan panggilan ini telah menempel pada games yang ini.

Jika dibanding dengan games yang lain semacam, seperti PUBG Mobile (PUBG) atau Call of Duty Mobile (CODM). Pasti ketidaksamaan kualitas diagramnya benar-benar jauh.

Hal itu bisa disaksikan dari ukuran beberapa game itu. Menurut info dari Play Toko, Free Fire cuman memiliki ukuran 46 MB saja. Tetapi, sesudah di instal di Android, jumlah keseluruhnya data yang terdaftar pada Disk capai 800 MB sampai 1 GB.

Jauh berbeda dengan PUBG dan CODM, di mana ke-2 games ini mempunyai ukuran sampai 4 GB sesudah di instal. Dengan begitu, bisa kita nilai jika argumen dan pemicu Meme FF Game Burik kualitas diagram dari Free Fire ini bisa kita saksikan dari ketidaksamaan itu, dengan “besarnya” ukuran memory games ini.

Selain itu, ada sesuatu hal yang pantas kita animo ke Garena International sebagai pengembang sekalian penerbit/publisher games ini. Di mana mereka tidak ada hentinya lakukan beragam peningkatan dan penyempurnaan di salah satunya games terbaik ini.

Bisa dibuktikan dengan info yang di-launching oleh Garena, di mana mereka sudah menyiapkan peningkatan Free Fire versus HD yang bakal dinamakan Free Fire Max.

Sekarang ini, peningkatan dari Free Fire Max telah masuk tahapan Beta Testing versus 3.0 . Maka bersiap untuk kalian yang kerap “mengatai” Free Fire, sekarang Garena mulai serius untuk mengolah Free Fire versus High Definition.

2.Pergerakan Watak Berkesan Kaku

Bila dibanding dengan games semacam misalnya PUBG Mobile, pergerakan atau movement dari watak di games Free Fire memang berkesan kaku dan kurang realitas. Perihal ini pula yang pada akhirannya membuat beberapa kelompok menyebutkan games ini sebagai games burik.

3.Tidak Mempunyai “Pintu”

Apa tujuan dari “tidak mempunyai pintu” di games Free Fire? Hehe, bila kalian perhatikan lebih jauh dan cermat pada map atau zone permainan di Free Fire, karena itu semua bangunan yang berada di dalam map tidak mempunyai pintu alias blong demikian saja.

Oleh karena itu, ini kerap jadi argumen kenapa Free Fire dipanggil sebagai games burik.

Bila kita bertopang pada kualitas games, karena itu factor reality dapat menjadi satu diantara hal yang wajib buat kita prioritaskan. Masalahnya pintu adalah elemen khusus pada suatu bangunan atau rumah. Bila pada suatu games, hal ini diacuhkan, karena itu segi reality dari games ini pantas untuk kita ajukan pertanyaan.

Tetapi, dibalik ini ada argumen yang “logis” dari Garena sebagai pengembang games ini. Yaitu, karena dari sejak awalnya Free Fire diperuntukkan kesemua kelompok, tanpa menyaksikan detail HP yang dipakai untuk bermain, karena itu Free Fire dibungkus sama ukuran “mini”, hingga seluruh orang bisa memainkan.

Jika pengembang memasukkan feature pintu, maka menambahkan sebuah animasi yang dapat menambahkan memory atau ukuran dari games ini. Dan hal itu yang selanjutnya Meme FF Game Burik jadikan Free Fire games Battle Royal yang tidak mempunyai “pintu” didalamnya.

4.Banyak Pemain “Di Bawah Usia”

Kemungkinan dari kalian kerap dengar istilah “bocah cilik” nyaris di semua tipe games online. Bocah cilik sebagai kependekan Bocah Kecil yang selanjutnya dipasangkan pada anak-anak [masih] di bawah usia yang bermain games.

Hingga mereka belum demikian pahami bagaimana strategy dan langkah bermain yang bagus dalam suatu games online khususnya yang junjung tinggi azas kolaborasi team, terhitung Free Fire.

Nach, beberapa pemain di bawah usia alias bocah cilik ini cukup memimpin jumlah pemain aktif di Free Fire. Tentu saja peristiwa ini bukan hanya terjadi di Free Fire saja, begitupun dengan PUBG atau CODM, tentu ada beberapa pemainnya yang datang dari kelompok bocah cilik.

Ditambah lagi, sempat terjadi satu peristiwa di mana keadaan sedikit menghangat di antara penggemar Free Fire dengan penggemar PUBG. Dan lucunya kembali ialah, keadaan yang “menghangat” ini akibatnya karena ciutan beberapa pemain bocah cilik di media sosial yang sama-sama mengunggulkan games kesukaannya.

Walau di Play Toko telah tercantum info peringkat, atau batasan minimum umur yang direferensikan. Tetapi, nampaknya ketentuan atau info peringkat ini tidak diacuhkan atau bahkan juga “tidak begitu penting” untuk beberapa pemain games di Indonesia.

Hingga tidak ada satu hal yang dapat dijadikan filter untuk menahan atau mengontrol beberapa pemain Free Fire juga beberapa game yang lain. Memang aneh dan lucu, tetapi itu realitanya.

5.Sama dengan HP “Kentang”

Dan argumen yang paling akhir, kenapa Free Fire dikatakan sebagai games burik, karena umumnya dari beberapa pemain games ini sama atau dikuasai oleh beberapa orang dengan detail HP yang ala-ala kandungannya.

Tentu saja hal itu telah sesuai niat dan arah awalnya Garena, kan? Di mana games ini diperuntukkan untuk semuanya orang, sekalinya mempunyai HP yang berspesifikasi rendah.

Tetapi, bila kita menginginkan perasaan nyaman dan pengalaman yang bagus pada ketika bermain games, tentu saja kita perlu memerhatikan detail HP yang kita punyai.

Ditambah lagi, untuk kelas games Battle Royale semacam ini minimal memerlukan kualitas grafis dari monitor yang oke. Masalahnya kualitas monitor dari sebuah Handphone pasti benar-benar punya pengaruh. Dapat kita saksikan ketidaksamaanya dari tipe monitor yang dipakai, entahlah itu Amoled, TFT, atau IFS.

Akhir Kata

Pasti yang bermain pada monitor dengan tipe Amoled akan berlainan sama yang bermain di monitor IFS. Belum juga kualitas dari resolusi monitor yang dipakai, makin “rapat” piksel dari sebuah monitor handphone, maka semakin membuat penampilan dari games ini terlihat makin burik.

Itu beberapa argumen yang kerap jadi dasar untuk “mengatai” Free Fire sebagai games burik. Tetapi, tidak boleh selanjutnya kalian dapat langsung memberikan panggilan semacam itu pada games ini.

Lepas dari itu semua, Free Fire mempunyai beragam perolehan mengagumkan yang belum pasti dipunyai oleh games yang lain semacam. Bahkan juga, beberapa claim menjelaskan jika games ini termasuk sebagai games terkenal nomor 1 di dunia.

Dan hebatnya kembali, banyak penggemar Free Fire yang notabene datang dari kelompok bocah cilik, ramai-ramai lakukan claim, jika games Battle Royale satu ini termasuk sebagai games nomor 1 di Indonesia. Sebuah peristiwa yang memikat, kan?