Kemendikbud rencanakan digitalisasi sekolah pada 2021

Pandemi COVID-19 memaksa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia mencari cara agar kegiatan belajar mengajar berjalan lancar dan optimal. Solusi yang ditawarkan Kemendikbud adalah digitalisasi sekolah pada tahun 2021. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga menyatakan bahwa digitalisasi sekolah akan menjadi fokus utamanya pada tahun 2021.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,175 triliun

untuk merealisasikan wacana digitalisasi sekolah. Menurutnya, digitalisasi sekolah diperlukan sebagai langkah preventif jika pandemi terus berlanjut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentu berharap pandemi segera berakhir. Namun, persiapan tetap perlu dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

Digitalisasi dimulai dengan melengkapi perangkat TIK

Digitalisasi ini dimulai dengan melengkapi perangkat TIK. Salah satunya adalah pengadaan laptop di setiap sekolah. Keberadaan laptop ini dinilai penting untuk memudahkan segala aktivitas sekolah digital.

Nantinya laptop ini bisa digunakan baik oleh guru maupun siswa. Khusus untuk guru, laptop ini dapat digunakan untuk kurikulum online, pelatihan dan kegiatan lainnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya telah memberlakukan sistem kuota gratis

bagi siswa dan guru selama pandemi COVID-19. Pemberian kontingen gratis ini dimaksudkan untuk memperlancar proses pembelajaran jarak jauh yang telah diwajibkan akibat pandemi. Pedoman ini juga dianggap tepat untuk memudahkan siswa atau guru dalam melaksanakan tugasnya.

Lihat Juga :

https://ruaitv.co.id/
https://cmaindonesia.id/
https://rakyatjakarta.id/
https://gramatic.id/
https://tementravel.id/
https://psyline.id/
https://cinemags.id/
https://imn.co.id/
https://bernas.co.id/
https://mt27.co.id/