Hujan Asam – Pengertian, Penyebab dan Cara Pencegahan 

Hujan Asam – Pengertian, Penyebab dan Cara Pencegahan

Hujan Asam

Hujan Asam

Kali ini kita akan membahas masalah lingkungan tentang hujan asam. Dan kita juga akan mempelajari cara untuk mencegah hujan asam.

Untuk itu kali ini kita akan mempelajari dahulu apakah itu hujan asam kebanyakan orang berpikir hujan sangat menyegarkan dan bermanfaat bagi lingkungan, tetapi tidak semua jenis hujan adalah hal yang baik. Hujan asam adalah salah satu jenis hujan yang berbahaya bagi lingkungan. Meskipun namanya mungkin memberi anda kesan bahwa itu adalah asam murni yang jatuh dari langit. Asam tersebut tercipta ketika gas-gas polusi tertentu tercampur dengan kelembaban atmosfer yang lebih asam dari biasanya.

Belerang dioksida dan nitrogen oksida terlibat dalam penciptaan hujan asam. Ketika gas-gas ini dilepaskan ke lingkungan dan tercampur dengan air, oksigen dan bahan kimia lainnya, itu akan menciptakan senyawa asam, seperti asam sulfat dan asam nitrat, yang menjadi bahan pembentukan utama pada hujan asam.

 

Sumber : Https://Ekosistem.co.id

Penyebab Hujan Asam

Itu bisa terjadi alami dan bisa terjadi karena olah perbuatan manusia. Gunung berapi dan vegetasi yang membusuk turut andil besar membantu proses pembentukan hujan asam. Namun, ulah manusia memiliki andil yang lebih besar. Gas gas yang berasal dari perbuatan manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan, dan pembakaran bahan bakar fosil pada pabrik karena semakin banyak kendaraan atau mesin yang mengunakan bahan bakar fosil semakin tinggi juga resiko hujan asam.

 

Pengukuran Hujan Asam

Pengukuran hujan asam biasanya mengunakan skala pH untuk mengukur keasaman. Skala pH mengukur seberapa zat asam. Mulai dari yang paling rendah 0 hingga 14pH ini adalah tingkatan yang paling tinggi, 7 adalah netral, dan 14 adalah yang paling basa. Air hujan normal memiliki pH sedikit lebih asam sekitar 5,6. Level pH ini dilarutkan menjadi asam karbonat lemah. Hujan asam dari hujan normal memiliki pH rata-rata 4,2 hingga 4,4, yang hampir sepuluh kali lipat.

Tingkat keasaman dapat menggunakan perangkat berteknologi tinggi atau menggunakan kertas lakmus. Ketika kertas lakmus terpapar pada suatu zat, kertas itu berubah warna tergantung pada keasaman: merah untuk asam, biru untuk basa, dan berbagai warna lain sesuai uk.

 

Efek Hujan Asam

Secara keseluruhan, lingkungan dan penghuninya disesuaikan untuk bertahan dalam tingkat keasaman tertentu. Ketika hujan asam turun, itu dapat merubah keasaman habitat dan makhluk hidup dan ini merupakan penyebab banyak kerusakan pada makhluk hidup dan tidak hidup di dalamnya.

Jika hujan asam mengendap dalam jumlah cukup besar, mereka mungkin memiliki konsekuensi yang merugikan bagi satwa liar, hutan, tanah, air tawar, dan bangunan. Hujan asam mengasamkan tanah dan air tempat air itu jatuh, membunuh tanaman dan hewan. Pengasaman air permukaan dapat menyebabkan penurunan, dan hilangnya, populasi ikan dan spesies air lainnya termasuk katak, siput dan udang karang. Hujan asam mempengaruhi pohon, biasanya dengan melemahkannya melalui kerusakan pada daunnya. Berbahaya juga untuk konstruksi karena beberapa jenis batu pada bangunan dapat larut dalam hujan asam dan membuat banguna itu rapuh

 

Pencegahan hujan asam

Sebagian besar produksi listrik berasal dari pembakaran batu bara dan kendaraan transportasi menggunakan bahan bakar fosil maka kali ini kita akan membahas bagaimana cara cara mengurangi pemakaian energi yang berdampak buruk pada lingkungan, berikut kita bahas di bawah.

Cara pertama

Mengurangi jumlah listrik yang digunakan di rumah kita adalah metode langsung dan sederhana untuk mengurangi emisi yang menyebabkan hujan asam. Hindari membuang-buang listrik saat Anda menggunakan alat apa pun. Misalnya, gunakan satu siklus oven untuk memanggang beberapa hidangan secara bersamaan. Mengeringkan pakaian menggunakan jemuran, berusaha untuk mengurangi biaya pemanas dan pendingin. Menanam pohon rindang untuk menghalangi sinar matahari dan jangan nyakakan AC Anda.

Cara kedua

Ini adalah cara terbaik untuk mengurangi hujan asam adalah dengan menghasilkan energi tanpa menggunakan bahan bakar fosil. Sehingga, manusia dapat menggunakan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin. Sumber energi terbarukan membantu mengurangi hujan asam karena menghasilkan lebih sedikit polusi. Sumber energi ini dapat digunakan untuk menyalakan mesin dan menghasilkan arus listrik.

Dan kita juga harus bisa mengurangi pengunaan bahan bakar fosil pada kendaraan kita.

Itulah beberapa penjelasan tentang hujan asam mengenai pengertian lengkapnya, penyebab dan serta pencegahannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kalian untuk menjaga lingkunga, karena menjaga lingkungan tempat kita tinggal sangatlah penting. Bagaimana jika lingkungan tempat kita tinggal ini rusak dan sudah tidak ramah untuk kita tinggali? Lalu kita akan tinggal di mana lagi? Tentu kita tidak ingin bumi yang merupakan rumah kita tinggal ini rusak kan.

Artikel Lainnya :